Song of Aria #19 - Rain
Mendapati kenyataan itu, akhirnya ia merasa semuanya menjadi
jelas di kepalanya. Ia tahu kalau ibunya sering memanggilnya dengan nama
Indonesianya itu dan ayahnya lebih senang memanggilnya Erland, namanya yang
sekarang. Karena itulah ia merasa sangat penasaran dengan lagu itu.
Dokter itu tersenyum padanya. “Jadi, apa kau pikir semua itu
ilusi?”
Erland menggeleng, “tidak. Itu bukan ilusi. Itu nyata. Aku
ingat sekarang kalau dia memanggilku dengan nama itu dan ayah tidak
menyukainya.” Ia takjub. “Kenapa aku bisa lupa?”
“Lalu? Apa lagi yang kau ingat?”
“Hanya itu.” Katanya setelah lama berpikir.
“Dan… Apa kau pikir musik itu juga ilusi?”
Kali ini Erland terdiam. Apa musik itu juga ilusi? Ia merasa
bodoh sekarang. Lihat, bodoh! Kau punya
bukti di depan matamu! Kau punya rekaman Aira untukmu dan kau harusnya tahu
kalau gadis itu benar-benar nyata! Ia bukan ilusi!
Dan Erland tersentak dari lamunannya. Adrenalinnya berpacu
sekarang. Seolah ia merasa hidup kembali, ia mendapatkan jawabannya. Ia ingin
kembali ke Indonesia
dan mencari keberadaan Nana, satu-satunya sumber informasi tentang keberadaan
Aira.
Erland tahu. Ia tidak bermimpi sekarang. Tidak! Ia sama
sekali tidak bermimpi sampai detik ini!
Seperti kata Dokter
itu, pertemuan, masalah, kesengsaraan, kegembiraan, dan kesempatan tidaklah
datang disertai kata ‘kebetulan’. Ia sekarang paham dengan permintaan Nana
waktu itu – jangan mengganggunya dan jangan mencarinya – walau ia belum tahu
masalah Aira yang sesungguhnya. Hanya saja ia tahu di mana menemukan
tanda-tanda bahwa Aira memang ada, bahwa permintaan Nana memang ada, dan bahwa
perasaannya… memang benar.
Segala keanehan berputar di kepalanya.
Ada orang-orang yang
tidak mengakuinya. Ada
yang menganggapnya sudah mati. Dan ada yang memintanya untuk tidak berurusan
lagi dengannya. Ada
yang aneh di sini dan ia tahu kalau Aira dalam masalah.
Inikah insting protektif itu? Insting yang menguasai dirinya
seolah ia siap kembali membangkitkan jiwa liarnya dan berubah menjadi Iblis
hanya demi melindungi gadis itu? Erland baru merasakannya sekarang. Dirinya
kembali lagi dan ia tidak keberatan menjadi Iblis sekali lagi demi
menyelamatkan Aira.
Ya!
Gadis itu ada dalam
kegelapan sekarang!

0 comments: