Song of Aria #19 - Rain

7:41 PM fe 0 Comments



Mendapati kenyataan itu, akhirnya ia merasa semuanya menjadi jelas di kepalanya. Ia tahu kalau ibunya sering memanggilnya dengan nama Indonesianya itu dan ayahnya lebih senang memanggilnya Erland, namanya yang sekarang. Karena itulah ia merasa sangat penasaran dengan lagu itu.
Dokter itu tersenyum padanya. “Jadi, apa kau pikir semua itu ilusi?”
Erland menggeleng, “tidak. Itu bukan ilusi. Itu nyata. Aku ingat sekarang kalau dia memanggilku dengan nama itu dan ayah tidak menyukainya.” Ia takjub. “Kenapa aku bisa lupa?”
“Lalu? Apa lagi yang kau ingat?”

“Hanya itu.” Katanya setelah lama berpikir.
“Dan… Apa kau pikir musik itu juga ilusi?”
Kali ini Erland terdiam. Apa musik itu juga ilusi? Ia merasa bodoh sekarang. Lihat, bodoh! Kau punya bukti di depan matamu! Kau punya rekaman Aira untukmu dan kau harusnya tahu kalau gadis itu benar-benar nyata! Ia bukan ilusi!
Dan Erland tersentak dari lamunannya. Adrenalinnya berpacu sekarang. Seolah ia merasa hidup kembali, ia mendapatkan jawabannya. Ia ingin kembali ke Indonesia dan mencari keberadaan Nana, satu-satunya sumber informasi tentang keberadaan Aira.
Erland tahu. Ia tidak bermimpi sekarang. Tidak! Ia sama sekali tidak bermimpi sampai detik ini!
   Seperti kata Dokter itu, pertemuan, masalah, kesengsaraan, kegembiraan, dan kesempatan tidaklah datang disertai kata ‘kebetulan’. Ia sekarang paham dengan permintaan Nana waktu itu – jangan mengganggunya dan jangan mencarinya – walau ia belum tahu masalah Aira yang sesungguhnya. Hanya saja ia tahu di mana menemukan tanda-tanda bahwa Aira memang ada, bahwa permintaan Nana memang ada, dan bahwa perasaannya… memang benar.
Segala keanehan berputar di kepalanya.
Ada orang-orang yang tidak mengakuinya. Ada yang menganggapnya sudah mati. Dan ada yang memintanya untuk tidak berurusan lagi dengannya. Ada yang aneh di sini dan ia tahu kalau Aira dalam masalah.
Inikah insting protektif itu? Insting yang menguasai dirinya seolah ia siap kembali membangkitkan jiwa liarnya dan berubah menjadi Iblis hanya demi melindungi gadis itu? Erland baru merasakannya sekarang. Dirinya kembali lagi dan ia tidak keberatan menjadi Iblis sekali lagi demi menyelamatkan Aira.
   Ya!
   Gadis itu ada dalam kegelapan sekarang!

You Might Also Like

0 comments: