She #15 - Rain

12:02 PM fe 0 Comments



Mendapatkan informasi yang terpotong-potong memang efektif untuk membuat Ren banyak bertanya demi mengumpulkan informasi-informasi hingga jadi satu makalah lengkap. Tapi dengan adanya informasi itu maka Ren jadi semakin yakin kalau pria di sebelahnya ini bukanlah orang sembarangan.
Dia telah menyiapkan tiga Scenario Planning mutakhir dalam penelitian yang menyangkut hidup mati kali ini. Tiga scenario planning ini terdiri dari tiga kondisi yang terbaik, jalan ditempat, atau terburuk. Skenario yang paling diantisipasi dan paling banyak mendapat list adalah skenario terburuk. Manusia memang hebat, mereka selalu memikirkan hal terburuk apa yang akan terjadi sehingga mereka tidak perlu repot lagi mencari cara untuk menanganinya.
Jadi daftar list dari scenario planning terburuk itu berjejal rapi di kepalaku. Sambil mendengarkan lagu U2 – Electrical Storm yang mengalun lembut dari speaker garang milik Andrea, aku mendengar segala wejangannya.

“Yang terpenting adalah kamu akan berkenalan dengan tiga orang di sana. Ginny, Mint, dan Zulki. Zulki adalah seorang tukang pukul yang siap menendang para pelanggan nakal yang sudah kelewat batas. Mereka bertiga dan temanku tahu kalau kamu adalah orang yang sangat penting dan harus dilindungi. Kamu adalah tamu, itu istilah mereka, dan mereka sangat menghormati tamu.”
“Tamu yang bekerja sebagai penyaji kopi,” sambung Ren malas.
“Anggap saja kamu sedang bantu-bantu… Yah… Walau aku yang bayar,” ia menyeringai sekarang dan Ren tertohok karena orang itu begitu tampan.
“Benar-benar sibuk ya kalau jadi peneliti,” komentar Ren mencoba mengalihkan perhatiannya sendiri.
“Sibuk dan sangat menyenangkan.”
“Honornya besar ya?”
“Lumayan… Cukup buat hidup,” tidak ada nada sombong dalam jawabannya.
“Ooh… Terus apa kata istrimu?”
“Istri?” tanyanya tidak mengerti.
“Iya. Istri. Bukannya kamu sudah punya istri?” tanya Ren langsung.
“Istri?” Andrea mengucapkannya seperti itu adalah kalimat asing dari tempat yang jauh. Lalu dia tertawa, “Memangnya kenapa dengan istri?”
Ren tidak mengerti, “Dia nggak protes?”
Andrea tertawa, “Ooh…” ia tak mencoba memutar otak dan paham kalau Ren adalah penganut aliran kanan. Ia sudah lama tahu kalau mahasiswi-mahasiswi di kampusnya sangat menaruh minat padanya dan akhirnya menimbulkan dua aliran yang sangat bertentangan tentang statusnya.
Ia tertawa, tentu saja, karena bisa membuat sebagaian mahasiswinya patah hati dan sebagian lainnya menunggu penuh harap. Tapi ia tidak menyangka kalau Ren termasuk dalam rombongan orang-orang itu. Ini sungguh kejutan!
“Kurasa dia nggak akan keberatan. Lagi pula…” ia diam sejenak dan tersenyum sambil menatap ke depan sana, “Aku lebih senang kalau dia pernah melakukan penelitian bersamaku.”


Serena tertidur setelah lama berbicang-bincang dengan Andrea. Ia sama sekali tidak terbangun sekalipun mereka sedang melaju di tol dengan cepatnya. Namun lamat-lamat saat kesadarannya kembali ia bisa mendengar suara Mariah Carey yang menyanyikan lagu After tonight yang fenomenal itu, salah satu dari list tiga lagu keramat dalam istilah Ren bagi orang yang akan melakukan malam pertama.
Mengabaikan suara manis dan syahdu itu, Ren tidur lagi dan sama sekali tidak memperdulikan apapun di sekitarnya.
Di sampingnya, Andrea, dengan tenang mengemudikan mobilnya. Sesekali ia melihat pada gadis di sampingnya, sang penganut aliran kanan yang keras kepala. Rambut gadis itu terlihat lembut tapi acak-acakan. Wajahnya seperti orang polos saat tidur dan ia tidur nyenyak sekali. Kulitnya putih, bukan kuning langsat, tapi putih pucat tanda ia jarang terpapar matahari. Bukan karena perempuan itu jarang di luar, tapi karena ia selalu memakai baju tertutup dari atas hingga bawah.
Andrea mendapati dirinya tersenyum. Ia jelas-jelas sedang membuat ulah sekarang. Ia tidak bisa berpikir kenapa dia harus melibatkan seorang gadis muda ke dalam masalah ini. Hanya demi penelitian sialan itu ia harus rela menggadaikan waktu liburannya yang berharga. Herannya ia tetap mengambilnya juga karena penasaran dan karena ia yakin kalau Ren akan membantunya.
Ren akan menyambar apapun dan ini adalah salah satu kail terbaik yang ia punya. Ia sudah mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan Ren semenjak gadis itu mengatakan kalau “semua wanita bangsawan suka selingkuh”.
Pikirannya nyaris hampir sama seperti lelaki dan ia tahu kalau disiplinnya dengan masalah waktu adalah hal paling sensitif. Bagaimanapun juga Serena tetaplah Serena. Dia tetap saja perempuan yang harus dilindungi karena itu Andrea cerewet meminta ini itu pada temannya. Tidak tanggung-tanggung ia meminta Zulki untuk menjaga Ren dari serbuan para pelanggan jahat dan kotor.
Ia tahu membawa Ren ke sana sangatlah berisiko. Tapi ia harus membawanya ke sana karena Ren memiliki satu kualifikasi unggul. Ia pandai memancing seseorang bercerita hingga berdebat sehingga semua orang akan mengeluarkan semua daya pikir dan pendapatnya secara jujur. Bukannya selama ini ia tidak bisa menemukan orang seperti itu, tapi apa salahnya menawarkan Serena untuk melakukannya?
Lagi pula Ren satu-satunya pendaftar untuk pengumuman yang dipasangnya.
Ini kesempatannya untuk mengumpulkan banyak pengalaman.
Ia memastikannya sendiri dalam kepalanya.

You Might Also Like

0 comments: