She #13 - Rain

11:54 AM fe 0 Comments



Sebenarnya percakapannya dan Sherly itu sedikit mengusik jam tidurnya. Bagaimanapun juga ini terlalu berisiko. Hanya karena dia tahu di mana letak serunya makanya dia mau. Dan dia memang butuh uang.
Beberapa hari yang lalu Ren melihat tiket pesawat dan memutuskan kalau ia kekurangan uang untuk membelinya. Bagaimanapun juga tiket itu terlalu mahal dan uang hasil beasiswanya terlalu sayang untuk digadaikan. Ia butuh uang itu untuk uang semesternya dan itulah salah satu kenapa ia membenci pendidikan formal.

Demi mendapatkan ijazah dan juga hari depan yang cerah, semua orang di negeri ini wajib menggadaikan apa saja demi bisa bersekolah. Bukan hanya itu, dengan adanya sistem dari negeri antah berantah buatan manusia ini maka bisa dipastikan kalau sekolah adalah salah satu ancaman terburuk yang membuat semua orang harus menderita dan penuh pilihan. Sekolah butuh uang sedangkan cita-cita butuh keberanian untuk bermimpi.
Serena sama sekali tidak keberatan dengan kondisinya yang serba kekurangan. Hanya karena banyak orang-orang baik disekitarnya ia dengan ajaib dapat bertahan hidup. Ia tak dapat berpikir tanpa makan. Jadi apapun peluang kerja itu akan ia babat habis-habisan.
Tidak terkecuali yang satu ini.
Ia sama sekali tidak berpikir tentang resiko. Baginya pikiran itu hanya palang pembatas untuk mencapai tujuan. Ia tidak begitu percaya pada kebetulan karena itu artinya semua aturan dibuat seenaknya saja. Ia percaya kalau orang kecil sepertinya hanya bisa bermimpi dan itulah satu-satunya pegangan yang membuatnya optimis dalam hidup.
Ia memang seorang perempuan, bukan pria. Ia sama sekali tidak peduli dengan palang-palang norma yang membatasi geraknya. Yang ia tahu hanya dua, yaitu cita-cita dan bagaimana caranya bertahan hidup selagi nyawa masih di tubuhnya. Jika tidak berjuang, entah apa yang akan terjadi besok.
Akhirnya ia menguatkan dirinya dan tekadnya. Sambil membuang jauh-jauh palang kengerian dan ancaman yang membatasinya dengan dunia luar dan kesempatan, ia tertidur.
Masa bodoh dengan semua itu. Yang ia tahu hanya satu, jika itu datang padanya maka ia bisa mencoba apapun resikonya.
Aku kuat.
Aku kuat, sugestinya.

You Might Also Like

0 comments: